Jika anda menginginkan website anda sukses menapaki papan atas search engine anda harus lebih berhati-hati dalam memilih teknik untuk mempercantik ataupun menambahkan fasilitas canggih ke dalam website anda. Beberapa teknologi yang kerap dipergunakan untuk tujuan tersebut justru menjadi masalah dari sisi Search Engine Optimization (SEO).

Berikut adalah beberapa teknologi web development yang sering dipergunakan tetapi harus kita hindari karena memmiliki pengaruh negatif dari aspek SEO.

AJAX

AJAX merupakan teknologi web development canggih untuk membangun website yang interaktif. Dengan menggunakan teknologi AJAX kita bisa menyertakan data pada saat halaman web ditampilkan sehingga pengunjung website bisa berinteraksi lebih lancar dengan halaman web karena response terhadap apa yang dilakukan pengunjung website ( misalnya navigasi, sorting atau filtering data, dll.) tidak melibatkan koneksi data dengan server lagi.

Masalahnya website berbasis AJAX menyulitkan search engine untuk membaca isi website sehingga mengganggu upaya kita di sisi online marketing. Salah satu solusi yang mungkin diterapkan adalah dengan tetap menyediakan konten HTML yang dapat dibaca dengan mudah oleh search engine.

Flash

Animasi website spektakuler yang dapat dibuat dengan teknologi Flash juga dapat menjadi penghambat ranking search engine. Google dan search engine lain sulit menjelajahi konten flash sehingga kemungkinan besar akan menghindarinya. Google bisa mengindex halaman Flash, tetapi tidak berarti crawlernya dapat membaca dan mengumpulkan informasi yang diperlukan dengan optimal. Sejumlah search engine lain bahkan sama sekali tidak membaca Flash.

Broken Link

Sala sekali tidak ada urusannya dengan teknologi canggih, tapi banyak web developer dan webmaster tidak cukup telaten untuk memperhatikan aspek ini. Pastikan link di semua halaman website bekerja dengan baik. Selain broken link pada website, kita perlu menghindar broken link search engine, biasanya karena kita menghapus halaman web yang sudah terindeks oleh search engine. Jika kita perlu menghapus atau mengganti halaman website, pergunakanlah metode 301 Redirect.

Proteksi Password

Mungkin model bisnis anda membatasi akses konten website hanya bagi pengunjung tertentu. Portal dan website porno sering menggunakan metode ini, dimana hanya anggota yang membayar saja yang boleh mengakses konten website. Meskipun wajar dari sisi bisnis, penting untuk diingat bahwa crawler search engine bukan anggota dan tidak membayar sehingga tidak memiliki username dan password untuk masuk. Artinya semua konten yang terproteksi password tidak bisa dikunjungi, dibaca, dan diindeks search engine.

Jika model bisnis anda mengharuskan konten website anda terproteksi password, akalilah dengan menyediakan informasi tertentu yang dapat diakses publik, termasuk crawler search engine.

Frame

Untuk kasus-kasus tertentu penggunaan Frame dapat mempercantik website. Jika anda ingin agar website secara visual tidak bergerak ketika pengunjung melakukan scrolling, anda dapat menggunakan Frame untuk membuat agar hanya bagian tertentu saja yang bergerak ketika pengunjung melakukan scrolling.

Meskipun demikian penggunaan Frame harus dihindari. Pada prinsipnya semua konten yang berada didalam Frame tidak dibaca search engine. Pergunakanlah JavaScript untuk memperoleh efek yang sama tanpa menghalangi search engine membaca seluruh konten website kita.

Gambar

Teks merupakan elemen yang sangat penting untuk search engine, sementara gambar sebaliknya, tidak penting untuk search engine, tapi penting untuk pengunjung biasa. Bukankan ada kata pepatah yang mengatakan satu gambar dapat mewakili ribuan kata? Tapi penggunaan gambar yang terlalu banyak bisa mengganggu crawler search engine. Jika respon website kita terlalu lambat karena beban gambar yang terlalu berat, crawler search engine mungkin tidak membaca konten tekstual website kita, atau hanya membaca sebagian saja.

Jadi pergunakanlah elemen gambar dengan bijaksana. Jangan lupa untuk memanfaatkan aspek-aspek tertentu yang bisa menjadikan elemen gambar lebih search-engine-friendly. Selain memperkaya konten tekstual yang dapat dibaca search engine, elemen gambar yang search-engine-friendly juga memungkinkan elemen gambar tersebut menempati ranking yang bagus dalam fasilitas pencarian khusus gambar seperti Google Image.