Sebagai pemain online marketing dimana search engine merupakan salah satu media pemasaran utama, kita semua tentu tahu bahwa sekarang Google menampilkan peta lokal di pojok kanan atas halaman hasil pencarian, selain local business listing. Yang terakhir ini oleh Google diperkenalkan sebagai Google Place.

Sebetulnya kalau kita runut sejarahnya, local business listing pada search engine sudah mulai diperkemalkan dari tahun 2007. Seiring berjalannya waktu, media ini sesungguhnya dapat dijadikan media pemasaran yang sangat strategis, sayangnya belum banyak pebisnis yang serius memanfaatkannya. Bahkan perusahaan-perusahaan yang penghasilannya sangat tergantung dengan pasar lokal masih banyak yang gamang untuk memanfaatkannya, dan lebih memilih menjadi penonton.

Bagi kebanyakan perusahaan, pasar lokal tidaklah kecil. Karena pasar lokal sangat tergantung dengan kondisi ekonomi setempat, keterlibatan kita dalam pasar tersebut akan dapat mempengaruhi pertumbuhannya, dan pada gilirannya mendapatkan manfaat dari pertumbuhan itu. Kecuali produk yang anda tawarkan tidak bermanfaat untuk pasar lokal, ukuran perusahaan sama sekali tidak ada hubungannya. Pasar lokal penting baik untuk perusahaan lokal maupun kecil.

Bagaimana dengan perusahaan dengan fokus pemasaran B to B?  Jangan salah. Tidak berarti pelanggan B to B tidak akan melalukan penilaian dengan menulis review untuk suppliernya. Selain itu perusahaan B to B juga bisa mendapatkan manfaat langsung. Ada banyak calon pelanggan B to B yang juga melakukan pencarian melalui search engine selain melalui portal khusus B to B.

Perubahan layout halaman hasil pencarian dimana local business listing yang relevan dengan kata kunci pencarian ditempatkan di atas hasil pencarian organik memberikan potensi aliran pengunjung yang lebih besar bagi website-website yang muncul pada local business listing daripada organic search.

Selain itu local business listing memungkinkan kita menampilkan sedikit informasi mengenai perusahaan kita, termasuk alamat dan nomor telepon. Sehingga selain pengunjung website kita mungkin akan mendapatkan aliran pelanggan yang menghubungi melalui telepon atau bahkan datang langsung. Selain itu ada review dari pelanggan-pelanggan yang pernah berhubungan dengan kita, sehingga bisa lebih meyakinkan calon pelanggan.

Sekarang kita memiliki dua media pemasaran yang memerlukan optimasi, organic listing dan local business listing. Local business listing bisa dikatakan yellow pages masa kini yang bersifat interaktif. Jadi siudah sepantasnya kita berhenti menjadi penonton dan mulai mengambil tindakan.

Prosesnya diawali dengan mendaftarkan perusahaan kita, mengisi dan mengupdate informasi mengenai perusahaan dan produk yang kita tawarkan, kemudian memantaunya secara terus menerus seperti halnya kita memonitor website kita pada organic listing. Kalau untuk website kita bicara on-page optimization yang berpengaruh pada ranking, maka on-page optimization pada business listing adalah memastkian bahwa kita menampilkan informasi yang tepat baik mengenai perusahaan maupun produk yang ditawarkan.

Kemudian kita bisa menambahkan berbagai materi pemasaran seperti foto, video, kupon, penawaran khusus, diskon, undangan, dan upaya promosional lain yang dapat menarik pelanggan. Selain itu kita juga harus memantau review yang ditulis pelanggan dan memastikan bahwa setiap review disikapi dan direspon dengan baik untuk membangun loyalitas. Kita mungkin senang dengan review positif, tapi percayalah bahwa review negatif yang ditangani dengan baik akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar.